Peluang UMKM Berkembang melalui Akses Berjualan di Ekosistem Digital Tanpa Komisi
Karena potensi besar itu, pihak swasta kini melirik UMKM sebagai mitra bisnis mereka. Salah satunya NEO rheumacyl dan Tempomart yang memberikan akses bagi UMKM untuk membuka lapak berjualan digital tanpa komisi penjualan. Selain itu, memberi dukungan peningkatan visibilitas agar lebih siap bersaing di ekosistem perdagangan digital.
“Bagi kami, semangat NEO rheumacyl dengan slogannya ‘Terus Bergerak, Saat Menyerah Bukan Pilihan’ mencerminkan keseharian para pelaku UMKM yang terus berupaya menjaga keberlangsungan usahanya di tengah berbagai tantangan," kata General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division, PT Tempo Scan Pacific Tbk Diana Theodora.
Diana menyatakan, semangat tersebut perlu ditopang oleh akses modal, pasar, dan pengetahuan yang relevan. Untuk menjawab kebutuhan itu, Tempo Scan melalui NEO rheumacyl menghadirkan NEO rheumacyl Peduli UMKM sekaligus membuka akses pasar melalui Tempomart.
"Kami ingin membantu UMKM bukan sekadar memiliki toko online, tetapi juga meningkatkan visibilitas, menjaga margin, dan membangun bisnis yang lebih siap bertumbuh," ujar Diana.
Dukungan tersebut, tutur Diana, meliputi akses berjualan di Tempomart tanpa komisi penjualan selama 6 bulan serta paket dukungan bisnis untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas, mengelola toko, dan mengembangkan penjualan online secara lebih efektif melalui support promosi berupa voucher diskon dan gratis ongkos kirim.
Diana menjelaskan, Tempomart merupakan platform online commerce milik Tempo Scan Group yang telah hadir sejak 2019 untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat.
Seiring perkembangan, Tempomart juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar melalui kanal digital. Melalui ekosistem yang dibangun, Tempomart tidak hanya berperan sebagai kanal penjualan.
"Tetapi juga sebagai mitra yang mendukung UMKM menjangkau lebih banyak konsumen dan mengembangkan usaha dengan komisi penjualan yang lebih efisien dibandingkan e-commerce lain," tutur Diana.
Editor: Abdul Basir