Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

BNN Dorong Kawih Sinom Masuk Muatan Lokal Jabar Jadi Senjata Baru Tangkal Bahaya Narkotika

Senin, 14 September 2026 | 13:35 WIB
  • author Mulki Albar
BNN Dorong Kawih Sinom Masuk Muatan Lokal Jabar Jadi Senjata Baru Tangkal Bahaya Narkotika
Lomba Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertajuk “Narkoba Musuh Bangsa” di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Nomor 7, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). (Foto: Mulki Albar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Bandung menjadi saksi digelarnya babak puncak Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat pada Senin (14/9/2026). Bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan Jalan Naripan No. 7, ajang bertema “Narkoba Musuh Bangsa” ini mengawinkan misi kampanye Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan pelestarian warisan seni tradisi.

Ajang kreativitas ini menyaring talenta terbaik dari total 182 pendaftar awal. Seleksi ketat tersebut akhirnya meloloskan 16 grand finalis ke panggung utama, yang terbagi rata menjadi delapan kontestan dari kelompok pelajar serta delapan peserta dari kategori umum.

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, memaparkan alasan mendalam di balik pemilihan pupuh Sinom sebagai medium kampanye. Dari 17 jenis pupuh Sunda yang ada, karakter lirik dan tembang Sinom dinilai paling pas untuk merangkul jiwa para remaja.

“Secara filsafat, pupuh itu kalau di Jabar ada 17. Salah satu yang paling tepat untuk memberikan masukan, memberikan nasihat kepada anak muda adalah Sinom,” ujar Sulistyo.

Lebih lanjut, Sulistyo menekankan bahwa muatan moral dalam seni tradisional ampuh menanamkan karakter positif secara natural. Lewat lantunan tembang, edukasi bahaya barang haram tidak terasa kaku dan lebih membekas di hati para peserta.

“Harapan saya sebetulnya, agar ini menjadi nilai yang sangat mendalam kepada anak-anak kita Jabar,” katanya.

Pihaknya juga menyimpan ambisi besar agar ajang kebudayaan ini tidak berhenti sebagai event seremonial semata, melainkan bisa terintegrasi langsung ke dalam kurikulum pendidikan formal di Tatar Pasundan.

“Kita meminta dukungan lagi agar ini bisa masuk betul, menjadi salah satu bagian dari muatan lokal Jabar,” ujarnya.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut