BNN Dorong Kawih Sinom Masuk Muatan Lokal Jabar Jadi Senjata Baru Tangkal Bahaya Narkotika
Strategi BNN Dekati Remaja Lewat Komunitas dan Seni
Di sisi lain, Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menyoroti urgensi pemanfaatan jalur seni budaya sebagai benteng pertahanan baru bagi kaum milenial dan Gen Z. Langkah taktis ini merespons data prevalensi BNN tahun 2025 yang mencatatkan tren kenaikan kasus penyalahgunaan narkoba di rentang usia 15 hingga 24 tahun.
Guna menekan angka tersebut, BNN memperluas jejaring pencegahan langsung ke basis-basis pergaulan anak muda, mulai dari bangku sekolah, jejaring pertemanan, hingga kantong-kantong komunitas.
“Komunitasnya macam-macam ya, ada komunitas hobi, olahraga, termasuk seni budaya,” kata Tantan.
Menurut Tantan, pendekatan berbasis teman sebaya terbukti jauh lebih efektif karena pola komunikasi antar-remaja cenderung lebih cair dan mudah diterima satu sama lain.
“Bagaimana membangun kekuatan atau ketahanan remaja ini agar mereka bisa terbebas dari narkotika,” ujarnya.
Selain pergaulan, Tantan juga mengingatkan para orang tua dan pendidik agar lebih waspada terhadap modus operandi sindikat narkoba yang kian bertransformasi, termasuk peredaran zat terlarang dalam bentuk cair. Dengan memperkuat imunitas mental generasi muda melalui wadah seni budaya, BNN optimistis peredaran gelap narkotika dapat dicegah dari hulu.
Editor: Agung Bakti Sarasa