Menuju Era Green Mining, Industri Pertambangan Indonesia Mulai Beralih ke Alat Berat Listrik
Deputy General Manager and Director of Government Relations, SANY Group Indonesia, Saanjay Shamdasani menyatakan, Visi SANY Group Indonesia adalah mendorong transformasi menuju industri pertambangan rendah karbon melalui penggunaan alat berat yang secara bertahap beralih dari hybrid menuju electric, didukung charging infrastructure, energi rendah karbon, digital fleet management, dan SDM berkompetensi high-voltage electrical.
“Di IEE Series 2026, kami menghadirkan SE588, SYZ445C-8REEV, dan wheel loader SW956E. SE588 memiliki GCW hingga 120 ton untuk single trailer dan 220 ton untuk double trailer, dengan waktu pengisian sekitar 75 menit,” ucap Saanjay dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Sementara SYZ445C-8REEV memiliki payload hingga 45 ton dan waktu pengisian sekitar 50 menit, sekaligus menjadi teknologi REEV pertama SANY Group Indonesia yang masuk ke Indonesia dan dapat menjadi solusi untuk area dengan keterbatasan sumber listrik.
Teknologi ini berpotensi menekan biaya operasional hingga 60% dan biaya perawatan hingga 50%, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Perkembangan teknologi tersebut mendapat respons dari pelaku industri yang hadir sepanjang pameran. Booth SANY Group Indonesia menjadi tempat pertemuan berbagai perusahaan pertambangan, perusahaan konstruksi dan engineering, pelanggan, serta mitra bisnis untuk berdiskusi mengenai perkembangan teknologi alat berat dan kebutuhan operasional di Indonesia.
Editor: Abdul Basir