Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Mahasiswa Unisba Berujung Tragis, Dua Korban Jatuh Usai Serangan Aparat
Advertisement . Scroll to see content

Dari MBG hingga Sekolah Garuda, Mahasiswa Pasundan Desak Kebijakan Prabowo-Gibran Dievaluasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:56 WIB
  • author Mulki Albar
Dari MBG hingga Sekolah Garuda, Mahasiswa Pasundan Desak Kebijakan Prabowo-Gibran Dievaluasi
Keluarga Mahasiswa Pasundan memberi rapor merah dua tahun Prabowo-Gibran dan mendesak evaluasi kebijakan. Foto: Mulki Albar.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Keluarga Mahasiswa Pasundan memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui konsep Panca Cipta, mahasiswa mendesak evaluasi kebijakan pemerintah, mulai dari sektor ekonomi dan pendidikan hingga program prioritas, keterlibatan militer dalam urusan sipil, serta pemerataan pembangunan.

Kritik tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Mahasiswa menilai sejumlah persoalan mendasar belum mendapat penyelesaian yang memadai sehingga perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Presiden Keluarga Mahasiswa Pasundan, Muamar Bahsir, mengatakan Panca Cipta memuat lima agenda utama yang menjadi dasar mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Yang pertama itu kita berfokus kepada ekonomi. Yang kedua adalah pendidikan. Yang ketiga adalah sikap represivitas daripada TNI-Polri. Yang keempat itu tentang kebijakan, dan yang terakhir adalah pembangunan," ujar Muamar.

Menteri Kajian Aksi Strategis Mahasiswa Pasundan, Arya Rangga, menjelaskan persoalan ekonomi menjadi salah satu sorotan utama. Mahasiswa mempertanyakan kondisi nilai tukar rupiah, pergerakan pasar saham, hingga transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Mereka mendesak pemerintah membuka informasi secara jelas mengenai pengelolaan anggaran, terutama keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara. Menurut mahasiswa, kebijakan ekonomi harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Sorotan berikutnya menyasar sektor pendidikan, khususnya program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Mahasiswa mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengembangkan program baru ketika sejumlah sekolah yang telah beroperasi dinilai masih membutuhkan pembenahan.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut