Reformasi Intelijen Indonesia, BIN Dituntut Lebih Profesional dan Antisipatif

Rizal Fadillah
Diskusi bertajuk "Dinamika Reformasi Tata Kelola Intelijen Indonesia". (Foto: Ist)

Di tengah transisi kekuasaan, kemampuan BIN dalam memberikan analisis ancaman menjadi krusial. Permasalahan ekonomi yang muncul belakangan ini dianggap sebagai indikasi kinerja intelijen yang perlu ditingkatkan.

"Kejutan-kejutan tersebut harus dicegah agar pemerintah dapat lebih fokus dalam menjalankan agenda-agenda pembangunan ke depan," ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut juga terkait dengan metode kerja dan kultur intelijen yang ingin dibangun di Indonesia. Kerja intelijen lebih banyak dilakukan secara tertutup sehingga bina jaring menjadi hal yang krusial.

"Hal ini menjadi tantangan mengingat secara riil ada efisiensi anggaran yang berpotensi memotong kemampuan pengelolaan jaringan oleh anggota badan intelijen tersebut. Bukan rahasia jika anggaran BIN di periode sebelumnya sangat besar," jelasnya.

Di tempat yang sama, Peneliti Center for International Relations Studies, Awani Yamora Masta menyoroti pentingnya rekrutmen dan penempatan personel intelijen yang berbasis kompetensi.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network