"BIN perlu menerapkan standar yang lebih ketat dalam perekrutan, mengedepankan keahlian spesifik di bidang teknologi informasi, analisis data, diplomasi, dan kontraterorisme," ucap Awani.
Para narasumber sepakat bahwa politisasi dalam rekrutmen intelijen harus dihindari. Rekrutmen harus berbasis kompetensi dan keseimbangan struktural, bukan kedekatan politis.
Kultur penting lain dalam kerja intelijen adalah kerahasiaan. Intelijen merupakan profesi yang menuntut kerahasiaan dan keahlian dalam membangun jejaring informasi.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena keterbukaan yang berlebihan dalam kultur intelijen Indonesia.
Salah satu kritik yang sering muncul adalah penggunaan seragam bagi agen intelijen dan perubahan nomenklatur lulusan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang semakin mencolok. Hal ini bertentangan dengan prinsip dasar kerja intelijen yang seharusnya tidak menonjol di ruang publik.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait