BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Manajemen Kota Kota Baru Parahyangan (KBP) merespons positif pembebasan lahan Jalan Lingkar Padalarang oleh Pemprov Jabar.
Upaya tersebut diharapkan bisa mempercepat terealisasinya Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat yang telah dicanangkan sejak tahun 2022 namun hingga kini masih mangkrak.
"Kami tentunya mendukung program pemerintah, termasuk kerja sama dengan Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat dalam membuat Jalan Lingkar Padalarang," kata Direktur PT Bela Putra Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan (KBP), Ryan Brasali, Jumat (28/8/2025).
Ryan memastikan kucuran anggaran dari Pemprov Jabar sebesar Rp150 miliar adalah hanya untuk pembebasan lahan.
Sementara untuk pembangunan dilakukan sepenuhnya oleh pihak Kota Baru Parahyangan. Total jalan lingkar yang akan dibangun adalah sepanjang 7-8 kilometer.
Konsep jalannya saat ini sedang dibahas oleh tim konsultan yang telah ditunjuk termasuk untuk analisa amdal lalinnya. Pastinya lebar luas jalan akan disesuaikan dengan kondisi traffic yang ada saat ini.
Terkait titik rute awal, Ryan menyebutkan belum bisa dipastikan apakah di lokasi saat groundbreaking oleh Bupati Hengki Kurniawan di tahun 2022 atau akan bergeser. Hal itu masih menimbang lokasi tanah yang dibebaskan dan siap bangun.
"Saat ini pembebasan lahan yang belum sekitar 50% lagi. Jadi tahun depan baru pembebasan lahan sehingga pembangunannya kemungkinan di tahun 2027," ucap Ryan.
Pihaknya sangat mensuport pembukaan akses Jalan Lingkar Padalarang karena dilihat traffic di Padalarang cukup padat. Sehingga dengan dibuka jalur-jalur baru otomatis akan mengurai kemacetan lalu lintas.
Apalagi pemerintah pusat juga merencanakan ke depannya akan membuka Jalan Tol yang menghubungkan Bogor-Ciawi-Sukabumi-Cianjur-Ciranjang-Padalarang.
Sehingga dengan adanya jalan tol maka aksesibilitas dan traffict akan semakin lancar.
Nantinya, lanjut dia, kendaraan yang melintas di Jalan Lingkar Padalarang juga akan diatur. Sebab Kota Baru Parahyangan adalah kawasan hunian, jadi yang melintas kemungkinan hanya mobil-mobil kecil tidak untuk truk kapasitas besar.
"Kalau di sini terlalu heavy traffict dan bebannya besar, maka maintenance akan tinggi juga, makanya nanti ke sini akan dibatasi untuk mobil kecil," tandasnya.
Seperti diketahui Pemprov Jabar melalui Gubernur Dedi Mulyadi akan mengucurkan anggaran Rp150 miliar untuk pembebasan lahan bagi Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat.
Hal ini sebagai bentuk dukungannya untuk membenahi mobilisasi kendaraan khususnya di Padalarang dan umumnya di wilayah Bandung Raya yang selama ini selalu identik dengan kemacetan. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait