Beberapa jam setelah kejadian, perwakilan Grab datang untuk memastikan Aji mendapatkan penanganan terbaik. Operasi hidung segera dijadwalkan, seluruh biaya perawatan ditanggung, dan administrasi rumah sakit dibantu langsung agar keluarga tidak terbebani.
Sejak hari pertama, tim Grab rutin hadir setiap hari, mendampingi keluarga sekaligus memantau kondisi medis. Langkah itu menjadi bukti bahwa perhatian yang diberikan bukan hanya berupa santunan, tetapi juga kehadiran nyata di saat paling dibutuhkan.
Terinjak Massa
Sehari sebelumnya, Kamis 28 Agustus 2025 malam, insiden menimpa Moh Umar Amarudin warga Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Malam itu, Umar berada di kawasan Jakarta Barat, tidak jauh dari kerumunan massa yang sedang melakukan penyampaian aspirasi.
Semula, Umar sedang menunggu rekannya, namun situasi lapangan tiba-tiba menjadi ricuh. Dorongan massa membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Dalam hitungan detik, tubuhnya terinjak kerumunan massa yang panik. Akibatnya, Umar mengalami cedera di bagian rusuk sehingga dilarikan ke RS Pelni. Di sana, dokter menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi patah tulang di rusuk Umar.
Tim Grab hadir di RS Pelni menjenguk Umar untuk memastikan kondisinya. Kehadiran itu tidak sekadar menanyakan kabar, tetapi memberi dukungan nyata. Dari mengurus administrasi, memastikan perawatan medis berjalan lancar, hingga menyiapkan kebutuhan mendesak.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait