Utut juga menilai ajang ini sebagai sarana uji kemampuan antara pecatur senior dengan generasi muda. Turnamen ini juga diikuti pecatur-pecatur senior.
“Pertanyaannya, apakah yang kecil-kecil ini sudah mampu? Nah, itu sambil diuji di sini,” ujarnya.
Terkait potensi atlet muda Indonesia menuju Grandmaster, Utut mengakui Indonesia memiliki potensi besar, namun tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi pembinaan.
“Potensi Indonesia itu hebat. Tapi mengubah potensi jadi prestasi itu pekerjaan sulit. Titik rawannya ketika mereka harus kuliah, lalu ketika harus bekerja. Banyak yang berhenti karena harus memilih,” ujarnya.
Meski demikian, Utut menegaskan bahwa PB Percasi akan terus membuka jalan bagi pecatur muda untuk berkembang dan menentukan masa depan mereka melalui catur.
“Dalam hidup enggak ada yang bisa menjamin. Yang penting dijalani dengan baik,” pungkasnya. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
