Ronald menegaskan, perubahan kepemilikan saham tidak akan mengubah operasional bandara. Sejak awal, pengelolaan BIJB Kertajati sudah melibatkan pemerintah pusat melalui Angkasa Pura Indonesia sebagai operator.
"Kalau mau diambil pusat yang diambil kan kepemilikan sahamnya. Kalau misalkan bandara dikelola pusat, sekarang juga dikelola angkasa pura Indonesia, airportnya dikelola angkasa pura operatornya," jelasnya.
Dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah, langkah Pemprov Jawa Barat untuk melepas saham BIJB Kertajati akan menjadi keputusan strategis yang menentukan arah masa depan bandara, sekaligus menjadi cermin pengelolaan investasi publik di sektor infrastruktur berskala besar.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
