Filosofi 50 Peluru
Dalam setiap misi, Tatang Koswara tidak pernah membawa amunisi berlebih. Ia hanya membawa 50 butir peluru. Berdasarkan spesifikasi tugas yang ia emban, 49 peluru digunakan untuk menghabisi lawan, sementara 1 peluru terakhir memiliki fungsi yang mengerikan.
"Satu peluru terakhir itu disimpan di saku khusus. Itu bukan untuk musuh, tapi untuk saya sendiri jika saya tertangkap. Lebih baik mati daripada membocorkan rahasia negara," ujar Tatang dalam sebuah wawancara semasa hidupnya.
Kecerdikan Taktis: Sepatu Cibaduyut dan Kamuflase
Selain spesifikasi senjata yang mumpuni, Tatang melengkapi dirinya dengan "teknologi" lokal. Ia memesan sepatu khusus dari Cibaduyut dengan sol yang dipasang terbalik. Jejak kaki yang ditinggalkan akan mengarah ke depan, padahal ia sedang berjalan mundur untuk bersembunyi.
Kombinasi antara senapan Winchester Model 70 yang presisi, strategi jejak terbalik, dan kemampuan menembak di atas rata-rata menjadikan Tatang Koswara sebagai legenda yang diakui dunia. Hingga akhir hayatnya, ia tetap menjadi simbol dedikasi dan kehebatan infanteri TNI AD.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
