Mahasiswa dan Dosen Turun Tangan, Ilmu Pengetahuan Jadi Solusi Pembangunan

Susana
Muhammad Fajar Shiddieq, Staf Khusus Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Bidang Media dan Komunikasi. Foto: Ist.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menghadirkan the best brains and the best minds in the world untuk memastikan institusi dan kebijakan publik dikelola secara profesional dan berbasis keahlian. Kolaborasi antara negara dan ilmu pengetahuan menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dijalankan secara bijaksana dan berkeadilan.

Apa yang terlihat hari ini adalah upaya menyatukan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan dalam satu tarikan kebijakan yang lebih utuh. Stabilitas dijaga agar pembangunan dapat berjalan konsisten.

Pertumbuhan diarahkan agar produktif dan tidak eksklusif. Dan pendidikan tinggi serta riset ditempatkan sebagai mesin penggerak agar manfaat pembangunan menjangkau lebih luas dan berkelanjutan.

Dari Davos, dunia berbicara tentang masa depan dengan bahasa global. Di Indonesia, masa depan itu sedang dikerjakan secara teknis, sistematis, dan sering kali tanpa gemerlap, oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui kolaborasi antara negara dan ilmu pengetahuan.

Ketika kampus diajak turun tangan sebagai mitra strategis, pembangunan tidak lagi menjadi proyek kebijakan semata, melainkan ikhtiar kolektif untuk memastikan kemajuan yang adil dan bermakna bagi generasi mendatang.

*) Penulis: Muhammad Fajar Shiddieq, Staf Khusus Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Bidang Media dan Komunikasi



Editor : Rizal Fadillah

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network