Carut Marut Sengketa Tanah di Cijeruk, Putusan Pengadilan Tak Dilaksanakan

Agus Warsudi
Kuasa hukum Suhendro meminta Kanwil ATR/BPN Jabar menolak pengajuan sertifikat tanah. (Foto: istimewa)

Saat ini, ujar Amir, lahan milik Suhendro telah diduduki Andhioga Yogasprana. Karena itu, kuasa hukum mendatangi Kanwil ATR/BPN Jabar. Kepada Kanwil ATR/BPN, kuasa hukum Suhendro meminta pemblokiran permohonan sertifikat atas lahan kliennya. 

"Kasusnya sudah putusan pengadilan dan terdakwa dinyatakan bersalah, seharusnya tanah yang diduduki itu dikembalikan ke klien kami sesuai putusan pengadilan," ujar Amir.

Dia menjelaskan, tanah dan bangunan milik Suhendro yang saat ini diduduki Andhioga Yogasprana diperoleh dari Dedi Sumardi.

"Kami menyayangkan putusan pengadilan tidak dijalankan. Hingga saat ini Dedi Sumardi blom menyerahkan tanah dsn bangunan milik Suhendro yang saat ini di kuasai oleh Adhioga Yogasprana," tuturnya.

Amir mengatakan, mendesak Kanwil ATR/BPN Jawa Barat tidak memproses pengajuan penerbitan sertifikat Andhioga Yogasprana karena tanah dan bangunan 4,1 hektare milik Suhendro.

"Kami sudah datang ke Kanwil ATR/BPN Jabar, terkait pemblokiran permohonan sertifikat atas lahan yang diduduki saat ini. Sesuai pengakuan terdawa Dedi Sumardi," ucap Amir.

Editor : Agus Warsudi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network