BANDUNG,iNews BandungRaya.id - PTPN I Regional 2 menargetkan melakukan replanting atau penanaman pohon kembali di lahan seluas 3.000 hektare (ha) di tahun ini.
"Tahun ini kami ada program replanting di lahan seluas 3.000 hektare dan sebagian sudah berjalan," kata Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto di sela-sela Halal Bi Halal jajaran manajemen dan karyawan di kantor PTPN I Regional 2 Jalan Sindang Sirna No 4 Bandung, Senin (30/3/2026).
Ia berharap masyarakat sekitar kawasan bisa mendukung karena sebagian wilayah yang di-replanting adalah area garapan. Mengingat masyarakat juga akan ikut dilibatkan dari proses awal penanaman dan pemeliharaan.
Melalui pendekatan itu maka masyarakat tidak akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Mereka tetap dapat bekerja, PTPN I Regional 2 juga mendapat benefit dan mendapatkan kembali lahan negara.
Adapun masyarakat dilibatkan sejak awal dari proses menanam hingga proses panen, karena pohon yang ditanam adalah jenis pohon keras yang menghasilkan secara ekonomis.
Sehingga selama tanaman itu ada dan masyarakat mau bekerja akan terus dilibatkan.
"Itu win-win solution. Bagi masyarakat disiapkan lapangan pekerjaan dan kami juga dapat pendapatan buat negara dan pajak," ucapnya.
Menurutnya proses replanting di antaranya sudah dimulai sejak Februari 2026. Seperti penanaman pohon kelapa di Cikaso Agrabinta Sukabumi sekitar 200 ha, kopi di Kebun Montaya 50 ha, lalu teh di Pangalengan yang hari ini sudah ditanami 15 ha dari target 130 ha.
"Replanting 3.000 hektare tahun ini tersebar hampir di delapan wilayah seperti di Sukabumi, Pangalengan, Jalupang Subang, dan yang lainnya. Prinsipnya ini menjadi tanggung jawab bersama, kita perbaiki dan kerjakan sama-sama," ucapnya.
Program replanting ini bagian dari upaya konservasi lahan dan untuk memulihkan ekosistem, mencegah longsor, dan merestorasi lahan produktif.
Pohon yang ditanam seperti komoditas teh, kopi, kelapa, dan pohon keras lainnya yang memiliki nilai ekonomis.
Sementara fokus utamanya adalah mengubah lahan kritis atau tanaman semusim seperti sayuran menjadi perkebunan permanen untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan.
"Ini untuk kelestarian lingkungan jangka panjang dan menghindari bencana juga," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
