BSPS 2026 Diluncurkan, Kementerian PKP Dorong Hunian Layak di Jawa Barat

Muhammad Rafki Razif
Menteri Perumahan dan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Foto: iNews: M Rafki.

Menurutnya, ekosistem perumahan melibatkan banyak pihak, mulai dari developer, kontraktor, perbankan, arsitek, notaris, hingga tenaga pemasaran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa persoalan perumahan merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara serius.

Ia mengutip filosofi Sunda sebagai dasar pendekatan pembangunan. “Imah kudu pageuh, beteng kudu sebeh, baju kudu weuteuh,” ujarnya.

Menurut Dedi, ungkapan tersebut menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti tempat tinggal harus terpenuhi dengan baik.

Sebagai solusi konkret, Pemprov Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi Imah Aing yang memungkinkan masyarakat mengakses program perumahan secara langsung.

“Minggu depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi Imah Aing. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa langsung mengajukan kebutuhan perumahan,” jelasnya.

Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada keluhan tanpa solusi yang jelas.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network