Ruang Kelas dan Fasilitas MCK di SMPN 2 Ngamprah Rusak, Disdik Turun Tangan

Adi Haryanto
Kondisi ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah yang rusak dan membahayakan siswa sehingga membutuhkan perhatian segera dari Dinas Pendidikan, Kabupaten Bandung Barat. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Sejumlah fasilitas ruangan kelas di SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kerusakan.

Alhasil selain mengganggu kenyamanan peserta didik dalam menjalani kegiatan belajar mengajar, kondisi itu juga mengancam keselamatan jiwa.

Kerusakan terlihat pada kaca jendela yang pecah, dinding dan pintu yang rusak, hingga beberapa bagian tembok serta atap plapon bolong. Fasilitas toilet memprihatinkan karena terdapat kamar mandi yang tak memiliki pintu.

"Kami menerima informasi sejumlah kerusakan bangunan yang membutuhkan penanganan lebih serius. Ini sebenarnya bisa ditangani oleh dana BOS untuk kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin kepada wartawan.

Ia mencontohkan, ada tembok yang sudah rusak, itu bisa menggunakan anggaran pemeliharaan dari BOS. Pihak sekolah sebelumnya telah menggunakan dana BOS untuk sejumlah perbaikan, seperti perbaikan dinding, tempat duduk, serta penggantian kabel listrik.

"Untuk kerusakan bangunan dengan kategori sedang, anggaran BOS dinilai tidak akan mencukupi sehingga membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah dan tentunya ini tanggungjawab kami (Disdik)," ucapnya.

Ia memastikan, telah melakukan monitoring ke SMPN 2 Ngamprah atas arahan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Sejumlah persoalan yang sebelumnya disampaikan pihak sekolah telah mulai ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah penggantian papan tulis yang sebelumnya dilaporkan mengalami masalah. Saat dilakukan pengecekan, papan tulis tersebut telah diganti oleh pihak sekolah.

Selain papan tulis, ia menyampaikan, bahwa persoalan fasilitas kamar mandi juga mulai ditangani. Pihak sekolah telah melakukan pengukuran terhadap sejumlah toilet untuk proses pemasangan pintu.

"Untuk MCK atau kamar mandi, kemarin kepala sekolah menyampaikan akan membuat atau mengganti pintu kamar mandi. Hari ini sudah diukur beberapa toilet dan MCK untuk segera dipasang," imbuhnya.

Saat monitoring dilakukan, sejumlah area sekolah masih terlihat kotor. Bahkan, Ia pun meminta pihak sekolah segera melakukan pembersihan dan memastikan lingkungan sekolah kembali dalam kondisi bersih dalam waktu tiga hari.

Pasalnya, kata dia, kebersihan menjadi hal yang cukup ironis mengingat SMPN 2 Ngamprah sebelumnya pernah meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

"Saya minta dalam tiga hari, lingkungan sekolah sudah bersih. Sekolah ini pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, masa sekolahnya kotor seperti ini" tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, berdasarkan arahan Bupati Bandung Barat, Disdik akan memprioritaskan rehabilitasi terhadap tiga ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah. Rehabilitasi tersebut direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.

Bahkan tengah mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.

Dinas Pendidikan, kata dia, sebenarnya telah mengusulkan revitalisasi SMPN 2 Ngamprah sejak akhir tahun sebelumnya. Akan tetapi, terdapat usulan perbaikan terhadap 29 ruang kelas. Usulan tersebut disebut telah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan.

"Kami di akhir tahun kemarin sudah mengusulkan revitalisasi untuk SMPN 2. Saat ini kami tinggal menunggu apakah disetujui atau tidak," ucapnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network