BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ketika dunia dilanda pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, masyarakat global kembali menyadari satu hal penting: vaksin merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif yang pernah ditemukan manusia. Namun, setelah ancaman pandemi mereda, perhatian terhadap vaksinasi perlahan kembali menurun. Padahal, berbagai tantangan kesehatan masa kini justru menunjukkan bahwa investasi pada vaksinasi harus semakin diperkuat, bukan sebaliknya.
Sejarah mencatat bahwa vaksin telah menyelamatkan jutaan nyawa sejak pertama kali diperkenalkan oleh Edward Jenner pada akhir abad ke-18. Keberhasilan program imunisasi dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat cacar, polio, campak, difteri, dan berbagai penyakit menular lainnya menjadi bukti nyata bahwa pencegahan jauh lebih efektif dan lebih murah dibandingkan pengobatan.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, vaksinasi bukan hanya melindungi individu yang menerima vaksin, tetapi juga menciptakan perlindungan kelompok (herd immunity). Ketika cakupan imunisasi tinggi, rantai penularan penyakit dapat diputus sehingga kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan gangguan sistem imun turut memperoleh perlindungan.
Tantangan kesehatan global saat ini semakin kompleks. Penyakit menular baru terus bermunculan. Para ahli memperkirakan munculnya beberapa patogen baru setiap tahun akibat perubahan lingkungan, urbanisasi, mobilitas manusia yang tinggi, serta interaksi yang semakin intensif antara manusia dan hewan. Sebagian besar penyakit infeksi yang muncul saat ini juga bersifat zoonosis, yaitu penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Kondisi ini menjadikan eradikasi penyakit semakin sulit dilakukan.
Pada saat yang sama, dunia juga menghadapi ancaman resistensi antimikroba. Penggunaan antibiotik, antivirus, dan antiparasit yang berlebihan telah menyebabkan banyak mikroorganisme menjadi kebal terhadap pengobatan. Organisasi kesehatan dunia bahkan menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman kesehatan terbesar abad ini. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, berbagai infeksi yang selama ini dapat diobati berpotensi kembali menjadi penyakit yang mematikan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
