BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat hingga akhir bulan ini ada 287 warga terduga campak.
Namun dari jumlah tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium, apakah positif campak atau tidak.
Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB Lia N Sukandar didampingi Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Enung Masruroh menyampaikan, sebagian besar kasus terjadi pada warga yang belum mendapatkan vaksinasi.
“Dari total terduga atau suspek, sebanyak 223 orang belum divaksin, 8 orang sudah divaksin, dan 56 tidak tercatat datanya apakah sudah atau belum (vaksin),” sebutnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya untuk memastikan diagnosis, Dinkes KBB telah mengirimkan sampel ke Bio Farma dalam dua tahap.
Pengiriman pertama dilakukan pada 13 Januari 2026 sebanyak 22 sampel, dengan hasil 14 di antaranya dinyatakan positif campak. Tahap kedua pada 20 Januari 2026 kembali mengirimkan 22 sampel, dan hasilnya 16 positif.
"Jadi totalnya dari sampel yang dikirimkan, positifnya ada 30 orang. Tapi seluruh pasien yang terkonfirmasi tersebut saat ini sudah dinyatakan sembuh,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakannya, di bulan Februari pihaknya tidak bisa mengirimkan sampel ke Bio Farma karena kuota pemeriksaan habis. Baru dua hari lalu, Dinkes KBB menerima informasi bahwa pengiriman sampel ke Bio Farma kembali diperbolehkan.
Saat ini, masih terdapat pasien suspek campak yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Di antaranya dua pasien dirawat di RS Kharisma Cimareme, dan dua lainnya di RS Mitra Kasih Kota Cimahi.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes KBB juga telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien campak dengan total kapasitas 57 tempat tidur yang tersebar di sejumlah RSUD dan rumah sakit swasta lainnya di wilayah KBB.
Selain itu, hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan tersedia vaksin campak bagi tenaga kesehatan sebagai bentuk perlindungan tambahan.
"Kami mengingatkan pentingnya imunisasi campak yang diberikan kepada bayi pada usia 9 bulan dan 18 bulan," ucapnya.
Sementara itu masyarakat diminta untuk waspada terhadap gejala campak seperti demam, mata merah, serta munculnya bintik merah pada tubuh. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami tanda-tanda tersebut. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
