”Untuk semua biaya yang muncul merupakan inisiasi pribadi secara sukarela, dengan menyisihkan sebagian rezeki dari semua karyawan/ti BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Deny.
Deny juga menambahkan bahwa lewat program Employee Volunteering ini, hubungan baik dengan masyarakat sekitar bisa terus terjaga. Lebih jauh lagi, program ini dirancang membawa multiplier effect: membantu kesejahteraan petani buah lokal, menekan polusi, dan merawat ekosistem Bandung Utara yang krusial.
Menjaga Paru-Paru Kota Bandung
Kawasan Bandung Utara (KBU) memegang peranan vital sebagai wilayah resapan air sekaligus penyuplai udara bersih bagi kawasan cekungan Bandung di bawahnya. Kerusakan lingkungan di area atas tentu akan berdampak langsung pada estetika dan kebencanaan di area perkotaan.
Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni, memaparkan visinya agar wilayah Cilengkrang dan sekitarnya bisa kembali rindang. Langkah ini dinilai krusial untuk memperbaiki indeks kualitas udara Kota Bandung secara keseluruhan.
”Kegiatan ini akan menjadi contoh baik bagi yang lainnya dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas udara bersih serta mencegah terjadinya longsor, semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berjalan dan tidak berhenti sampai di sini,” jelas Suarni.
Apresiasi dari Dinas Kehutanan
Inisiatif hijau dari institusi non-lingkungan hidup seperti BPJS Ketenagakerjaan ini memanen pujian dari pemerintah daerah. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menilai gerakan swadaya seperti ini harus dicontoh oleh instansi atau korporasi lain.
Iyas Lasmawati, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dinas Kehutanan Wilayah V Jabar, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi aktif dari BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jabar dan Bandung Suci. Menurutnya, dampak dari penanaman pohon alpukat ini akan terasa sangat positif dalam jangka panjang, baik untuk ekologi maupun edukasi warga sekitar.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
