4 Langkah Cerdas Cek Komposisi Produk Anak Agar Tidak Keliru
Supaya tidak bingung saat membaca deretan teks kecil di balik kemasan, berikut panduan praktis yang bisa Anda terapkan mulai sekarang:
1. Cek Bahan di Urutan Pertama
Tahukah Anda bahwa urutan penulisan komposisi mencerminkan takaran terbanyak? Prof. Rini menyebutkan bahwa bahan yang nangkring di urutan paling awal merupakan komponen paling dominan dalam produk tersebut. Jadi, pada produk susu, pastikan unsur susu memang berada di urutan teratas, bukan komponen lain atau pemanis tersembunyi.
2. Amati Jenis dan Asal Bahan Baku Susu
Pada label susu, perhatikan istilah yang digunakan. Jika tertulis Susu Segar, artinya produk tersebut menggunakan susu sapi segar langsung yang diproses secara ringkas tanpa pemanasan suhu tinggi yang berulang-ulang, sehingga nutrisi alaminya tetap terjaga.
Sebaliknya, jika yang tertera adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, prosesnya sudah berbeda. Susu jenis ini umumnya diolah dari susu bubuk yang dicairkan kembali dengan air dan zat tambahan lain melalui beberapa tahapan pemanasan. Perlu dipahami bahwa beberapa nutrisi sensitif seperti protein bioaktif, enzim, dan vitamin rentan rusak jika terpapar panas tinggi berkali-kali. Di sinilah pentingnya transparansi produsen mengenai asal usul bahan baku mereka.
3. Waspadai Gula Tambahan dan BTP (Bahan Tambahan Pangan)
Gula tambahan sering kali "menyamar" menggunakan nama-nama ilmiah seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, hingga maltodekstrin. Ini jelas berbeda dari laktosa yang merupakan gula alami bawaan susu. Orang tua wajib memantau posisi nama-nama gula ini di daftar komposisi serta membatasi frekuensi konsumsinya.
4. Padukan dengan Membaca Tabel Informasi Nilai Gizi
Jangan membaca tabel gizi secara terpisah dari daftar komposisi. Gunakan keduanya secara bersamaan. Tabel nilai gizi memberi tahu Anda besaran kalori, lemak, protein, dan mikro nutrien per takaran saji, sementara daftar komposisi memberi tahu dari mana semua nutrisi itu berasal.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
