Berdasarkan hasil evaluasi, PT Jasa Sarana masih mengalami defisit sekitar Rp3 miliar per tahun karena pendapatan belum mampu menutup biaya operasional. Nilai aset perusahaan yang sebelumnya lebih dari Rp1 triliun kini diperkirakan tersisa sekitar Rp500 miliar. Perusahaan juga masih memiliki utang sekitar Rp170 hingga Rp180 miliar.
“Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi keuangan PT Jasa Sarana memerlukan perhatian serius. Aset perusahaan yang sebelumnya bernilai lebih dari Rp1 triliun kini diperkirakan tersisa sekitar Rp500 miliar. Di sisi lain, perusahaan juga masih memiliki kewajiban utang sekitar Rp170 hingga Rp180 miliar sehingga nilai bersih aset yang dimiliki diperkirakan berada pada kisaran Rp400 miliar,” ucap Jajang. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
