BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pengusaha asal Bandung yang dikenal dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto, menyoroti potensi besar bahan pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Menurutnya, sarang lebah (honeycomb) dan telur semut rangrang (kroto) memiliki kandungan gizi tinggi yang layak dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif di masa depan.
Hartono menilai, di sejumlah negara seperti Thailand, kedua bahan tersebut telah lama diolah menjadi hidangan premium dengan nilai ekonomi tinggi. Sementara di Indonesia, sarang lebah kerap hanya diambil madunya, sedangkan kroto lebih dikenal sebagai pakan burung.
"Masyarakat Thailand sudah lama menyulap bahan mentah ini menjadi kuliner premium yang sarat gizi tinggi. Bukan hanya sekadar pakan burung kicau-kicau," ujar Hartono, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, perubahan cara pandang terhadap bahan pangan lokal dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkaya pilihan makanan bergizi bagi masyarakat.
Thailand Sudah Lama Mengolah Honeycomb dan Kroto
Di Thailand, honeycomb atau sarang lebah tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan madu. Bagian sarangnya diolah menjadi berbagai menu tradisional, termasuk pepes dan hidangan khas lainnya.
Sementara itu, telur semut merah atau kroto juga menjadi bahan campuran salad, sup, hingga makanan khas yang memiliki cita rasa unik sekaligus kandungan protein tinggi.
Hartono menilai kreativitas tersebut menjadi contoh bagaimana bahan pangan yang sering diabaikan justru mampu memiliki nilai jual tinggi apabila diolah dengan tepat.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
