Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari investasi pada manusianya.
“Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangan kita adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan,” ungkap Pribadi, Minggu (2/8/2026).
Semangat tersebut tercermin dalam sembilan perusahaan siswa finalis PJI Company of the Year 2026. Berangkat dari berbagai tantangan di sekitar mereka, para pelajar menghadirkan solusi yang memanfaatkan material lokal, prinsip ekonomi sirkular, dan inovasi berbasis desain. Pelepah pisang diolah menjadi bioleather, serat daun nanas menjadi perlengkapan rumah tangga, sementara tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami dikembangkan menjadi berbagai produk fungsional yang memiliki nilai tambah sekaligus menjawab kebutuhan pasar.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengajak generasi muda untuk terus membangun jiwa kewirausahaan sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan.
Menururnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Namun menjadi entrepreneur bukan hanya sekedar mendirikan perusahaan, melainkan memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
