Karena itu, MasHuKo berharap peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang lebih kuat, transparan, dan berpihak pada kelestarian pohon serta hutan kota. Organisasi yang berkantor di Jalan Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bogor, itu menilai ukuran kemajuan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan juga oleh kemampuan menjaga pohon-pohon tua sebagai penyangga kehidupan.
"Bandung bisa menjadi contoh bahwa menjaga pohon bukan sekadar urusan pertamanan. Ini adalah urusan tata kelola kota, kesehatan publik, ketahanan iklim, dan tanggung jawab kita kepada generasi yang akan datang," pungkasnya.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
