Festival AHU Berdampak juga akan menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan hukum di Indonesia. Empat rancangan undang-undang akan menjadi bahan pembahasan, yakni RUU Badan Usaha, RUU Jaminan Benda Bergerak, RUU Hukum Perdata Internasional, dan RUU Kewarganegaraan.
Pembahasannya melibatkan pakar, akademisi, praktisi hukum, serta pemangku kepentingan terkait. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dijadwalkan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
"Festival ini menyasar masyarakat umum, pelaku UMKM dan dunia usaha, profesi hukum, warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang membutuhkan layanan kewarganegaraan dan hukum lintas negara, serta kalangan akademisi," ucap Widodo.
Dengan konsep layanan, konsultasi, edukasi, dan diskusi dalam satu tempat, Ditjen AHU ingin membawa pelayanan administrasi hukum lebih dekat kepada masyarakat.
Bagi warga yang selama ini bingung mengurus legalitas usaha, dokumen lintas negara, kewarganegaraan, fidusia, kenotariatan maupun layanan administrasi hukum lainnya, 29–31 Agustus 2026 menjadi momentum untuk datang langsung ke Festival Layanan AHU Berdampak di Bandung.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
