Karena itu, aktivitas berjejaring melalui komunitas dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal persoalan sosial sekaligus belajar mengambil peran.
“Dengan berjejaring di komunitas, itu adalah kesempatan besar untuk belajar menjadi pemimpin hari ini,” ujarnya.
Jejaring Anak Muda Bisa Membuka Banyak Kesempatan
Ledia juga mengingatkan bahwa semakin luas jaringan pertemanan yang dibangun anak muda, semakin besar pula peluang untuk menciptakan kolaborasi.
Jejaring tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri, tetapi juga dapat membuka ruang kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Ia menyebut berbagai kesempatan bagi generasi muda juga telah dijamin dalam konstitusi, mulai dari hak memperoleh pendidikan hingga kesempatan untuk hidup mandiri dan mendapatkan pekerjaan.
“Anak muda punya kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan, bisa mandiri, bisa mendapat pekerjaan, hingga membangun keluarga,” kata Ledia.
Menurutnya, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan anak muda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun relasi yang sehat.
Dengan demikian, komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar, bertukar gagasan, serta membangun kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.
Perbedaan dalam Komunitas Bukan Alasan untuk Berhenti
Dalam kehidupan organisasi maupun komunitas, Ledia menyadari adanya dinamika yang tidak selalu berjalan mulus.
Perbedaan pendapat, pandangan, hingga konflik merupakan hal yang dapat muncul ketika banyak orang dengan latar belakang berbeda bekerja dalam satu kelompok.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
