Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan untuk mencegah diskriminasi usia dan praktik percaloan lowongan kerja yang dapat merugikan masyarakat, terutama warga di sekitar kawasan industri.
Dengan sistem rekrutmen yang lebih transparan, akses masyarakat terhadap peluang kerja diharapkan semakin terbuka. Kebutuhan tenaga kerja industri pun dapat dipertemukan dengan calon pekerja melalui mekanisme yang lebih jelas.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, mendorong pengelola kawasan industri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menata pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar area pabrik.
Penataan tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi kemacetan sekaligus mengoptimalkan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) dari aktivitas industri bagi masyarakat sekitar.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, serta anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Yoyok Riyo Sudibyo, dan Bane Raja Manalu.
Perwakilan Kementerian Perindustrian yang hadir antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0 Andi Rizaldi dan Direktur Perwilayahan Industri Winardi. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang, termasuk Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin, juga mengikuti agenda tersebut.
SANY Indonesia Serap 92 Persen Tenaga Kerja Lokal
Setelah berdiskusi dengan pengelola Kawasan Industri Mitra Karawang, rombongan Komisi VII DPR RI melanjutkan kunjungan ke PT SANY Indonesia Machinery, perusahaan yang memproduksi alat berat, khususnya ekskavator, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Kunjungan tersebut disambut Presiden Direktur SANY Group Indonesia Li Dao dan Deputy General Manager sekaligus Director Government Relations SANY Group Indonesia, Saanjay Shamdasani, bersama jajaran pimpinan produksi dan penelitian serta pengembangan perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Saanjay memaparkan perkembangan investasi SANY Group Indonesia dan kontribusinya terhadap industri alat berat nasional.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
