Buntut Penyerangan Gerombolan Lapendos di Pasar Pola Cimahi, Polisi Amankan 17 Pelaku di Bawah Umur

Adi Haryanto
Ilustrasi geng motor. (Foto: net)

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Aksi sejumlah remaja bermotor yang melakukan perusakan dan penyerangan terekam kamera dan viral di media sosial.

Pada rekaman video yang beredar, menunjukkan para pelaku datang secara bergerombol menggunakan beberapa sepeda motor.

Mereka kemudian berhenti di kawasan Pasar Pola menuju arah Melong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada 3 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Tanpa alasan yang jelas mereka lantas melempari pengendara yang melintas dengan batu. Akhirnya terjadi bentrokan yang kemudian meluas sampai terjadi penyerangan menggunakan bambu.

Bentrokan antarkelompok itu juga memicu terjadinya perusakan terhadap kendaraan dan fasilitas lainnya di lokasi kejadian sehingga mengakibatkan kerusakan.

Warga setempat yang geram akhirnya turun tangan membubarkan para pelaku. Sementara itu petugas polisi yang langsung turun tangan ke lokasi, berhasil mengamankan belasan pelaku yang diduga terlibat bentrokan.

"Dari kejadian penyerangan itu kami mengamankan sebanyak 17 pelaku, semuanya masih di bawah umur," ungkap Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan para pelaku tergabung ke dalam kelompok motor Lapendos alias Lelaki Penuh Dosa. Kelompok motor itu beberapa kali terlibat aksi penyerangan dan bentrokan dengan kelompok motor lainnya.

Pihaknya belum bisa memastikan motif di balik penyerangan dan perusakan tersebut. Namun kejadian itu diawali dengan aksi berkendara secara bergerombol kemudian menyerang pengendara lainnya.

"Mereka mengawali aksinya dengan berkendara bersama, bergerombol lalu melakukan aksi seperti yang terekam dalam CCTV dan video yang viral di media sosial," jelasnya.

Pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan adanya terduga pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Sementara saat beraksi, belum diketahui apakah para pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras atau tidak.

"Intinya masih kita dalami, termasuk itu, apakah mereka dalam pengaruh minuman keras dan kemungkinan adanya pelaku lain," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network