Keluarga yang khawatir kemudian mendatangi area perkebunan untuk mencari keberadaan Herti. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
Polsek Cikalongwetan menerima laporan orang hilang pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 14.41 WIB. Setelah laporan diterima, pencarian dilakukan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Cipada Brigadir Hari Purnama, unsur pemerintahan desa, keluarga, serta masyarakat.
Menurut Deden, sejumlah unsur masyarakat turut terlibat dalam upaya pencarian, mulai dari Ketua BPD beserta jajaran, sekretaris desa, bendahara desa, Kepala Dusun 3, Ketua Forum RW, Ketua Forum RT, hingga warga setempat.
Pencarian juga diperluas dengan menyebarkan informasi ke sejumlah desa di Kecamatan Cikalongwetan. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak warga yang mungkin mengetahui keberadaan korban.
"Informasi mengenai hilangnya korban turut disebarkan ke berbagai desa di wilayah Kecamatan Cikalongwetan agar masyarakat dapat membantu memberikan informasi," jelasnya.
Setelah hampir sepekan pencarian, Herti akhirnya ditemukan di parit curam yang dipenuhi semak belukar. Petugas dan warga kemudian membawa korban ke RSUD Cikalongwetan untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis.
Deden mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang terus membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.
"Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan berkat kerja sama petugas kepolisian dan masyarakat yang terus melakukan pencarian," tuturnya.
Hingga kini, penyebab Herti berada di dalam parit serta kronologi kejadian yang mengakibatkan korban mengalami luka masih belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai perkembangan kondisi korban setelah mendapatkan perawatan medis juga belum tersedia.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
