"Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Bandung dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik seperti kemacetan lalu lintas, transportasi massal, hingga penanganan sampah. Menanggapi hal ini, para alumni ITB 86 menegaskan posisinya bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai mitra terbuka bagi Pemkot Bandung dan pemerintah provinsi untuk merumuskan solusi Bersama," ujar Ketua Alumni ITB Angkatan 86, Adrian Tisna.
Adrian menjelaskan, alumni memiliki keahlian beragam, termasuk di bidang teknik sipil, transportasi, tata kota, dan industri kreatif. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.
Salah satu peluang kolaborasi yang disoroti adalah pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk melalui rencana menghadirkan atraksi visual berupa video mapping di Kota Bandung.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan keahlian alumni untuk mendukung pengembangan kota sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Bandung.
Komitmen Alumni ITB Angkatan 1986 tidak hanya diarahkan pada persoalan perkotaan. Sejak reuni ke-25, para alumni juga telah menjalankan berbagai program sosial dan pengabdian yang berkelanjutan.
Program tersebut mencakup bidang pendidikan dan sosial, penguatan infrastruktur digital kampus, serta pembinaan talenta muda.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
