“Jadi inilah satu gelas memek ya. Sebenarnya memek itu yang di atasnya ini nih. Beras ketan yang digonseng, itu sebutannya memek, dan berasal dari kata mamamek atau kalau kita makan itu lebih ‘mengunyah’,” ujar pria tersebut.
Ya, memek pada dasarnya terbuat dari campuran beras ketan dan pisang. Kedua bahan utama tersebut dicampur dengan santan yang sudah dipanaskan, gula dan garam.
Proses pembuatannya butuh waktu sekitar satu jam. Setelah matang, memek dapat disantap langsung atau saat sudah dingin.
Saat disantap, rasa pisang dan beras gongseng lebih dominan. Butiran beras ketan yang agak kasar dipadu lembutnya pisang, menciptakan sensasi tersendiri saat mencicipi kuliner satu ini.
Nama memek berasal dari 'mamemek' yang berarti mengunyah-ngunyah atau menggigit. Namun saat ini masyarakat di Simeulue lebih populer menyebutnya sebagai memek.
Editor : Zhafran Pramoedya