BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Saat ini, ribuan driver ojek online (ojol) menjadi bagian dari denyut kota. Mereka mengantarkan makanan, menjemput penumpang, dan memastikan paket tiba di tujuan.
Mereka adalah wajah sehari-hari dari ekonomi digital yang hadir di layar aplikasi lalu melintas di jalanan dengan jaket hijau yang mudah dikenali.

Namun, di balik rutinitas itu, risiko besar senantiasa mengintai. Peristiwa yang terjadi pada Kamis-Jumat 28–29 Agustus 2025 menjadi pengingat pahit tentang kerentanan dan risiko yang dihadapi para pengemudi.
Tiga mitra Grab menjadi korban saat kerusuhan terjadi di Jakarta. Dua orang luka serius, satu meninggal dunia. Mereka adalah Affan Kurniawan, Aji Pratama, dan Umar Amarudin. Peristiwa ini mendorong solidaritas dan kepedulian nyata kepada mereka.
Terkena Peluru Karet
Pada Jumat 29 Agustus 2025 sore, Aji Pratama baru saja menyelesaikan pengantaran pesanan GrabFood. Dia berniat menemui rekannya yang sedang berada di sekitar lokasi demonstrasi. Namun, nasib berkata lain.
Sebuah peluru karet mengenai wajah dan menyebabkan luka serius di bagian hidung Aji. Dia segera dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapat perawatan medis.
Editor : Agus Warsudi











