Santap Menu MBG di Sekolah Kota Bandung Jadi Momen Kebersamaan Siswa
Sejak program MBG hadir, makan siang tak lagi terasa biasa. Menyantap MBG menjadi momen kebersamaan, menjadi ruang kecil yang menumbuhkan semangat baru di tengah padatnya pelajaran.
Di balik keriuhan itu, ada rasa tenang yang juga dirasakan para orang tua. Yedi Supriyadi, salah seorang wali murid, berbicara dengan nada penuh syukur.
“Saya tidak khawatir anak saya makan MBG di sekolah. Selain menunya bervariasi dan disukai anak-anak, yang terpenting makanannya sehat dan tidak basi,” kata Yedi.
Senyum Yedi merekah, seakan menemukan ketenangan di tengah mahalnya harga pangan yang kian menekan keluarga.
Yedi bercerita, kini setiap sore anaknya pulang dengan antusias, bukan hanya tentang pelajaran, tetapi tentang makanan. “Katanya, kayak makan di rumah sendiri,” ujarnya.
Di luar sana, kabar miring tentang kasus keracunan di daerah lain sempat membayangi program ini. Namun, di SMA 11 Bandung justru menampilkan pemandangan kontras.
Wajah-wajah semringah siswa, aroma makanan bergizi, dan gelak tawa yang menggema di ruang kantin, menjadi bukti nyata bahwa MBG bukan sekadar program, melainkan harapan.
Sebuah langkah kecil dari pemerintah dan sekolah, tapi dengan arti yang besar: memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, berdaya, dan siap menatap masa depan.
Editor : Agus Warsudi