get app
inews
Aa Text
Read Next : Sabilulungan Ngarawat Bumi, Aksi Nyata Perempuan Jawa Barat Hijaukan Kertasari

Kawal Situ Cisanti Jadi Taman Hutan Raya, FPHJ Tanam Bibit Pohon Endemik

Kamis, 08 Januari 2026 | 16:58 WIB
header img
Forum Penyelamat Hutan Jawa melakukan doa bersama dan menanam bibit pohon endemik di kawasan Situ Cisanti-Gunung Wayang sebagai upaya mewujudkan kawasan Taman Hutan Raya. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) menanam bibit pohon endemik dan doa bersama di kawasan Situ Cisanti.

Upaya ini sebagai aksi nyata untuk melindungi kawasan Gunung Wayang di tengah kontroversi pengelolaan lahan hutan seluas ratusan hektare yang diserahkan kepada kelompok tani.

Ketua FPHJ Eka Santosa mengatakan, penghijauan dilakukan secara konkret bersama elemen masyarakat dan pihak Perhutani dengan menanam pohon-pohon lokal yang menjadi habitat alami kawasan Gunung Wayang–Situ Cisanti.

“Ini aksi nyata kami bersama masyarakat dan Perhutani melakukan penghijauan untuk mengembalikan Gunung Wayang agar kembali menjadi rimba. Pohon yang ditanam adalah pohon endemik yang cocok dengan ekosistem Situ Cisanti,” ujar Eka di sela kegiatan, Rabu (7/1/2026).

Eka menyebutkan, jajaran pengurus inti FPHJ berada langsung di Kilometer 0 Situ Cisanti untuk mengawal kawasan tersebut menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).

Sebab, dirinya mengaku prihatin dengan keputusan Kementerian Kehutanan terkait pengelolaan sekitar 900 hektare kawasan hutan yang diserahkan kepada kelompok tani LHPD Alfatih.

“Kami sangat prihatin dengan keputusan tersebut. Jangan sampai kawasan ini rusak. FPHJ siap mengawal dan siap menghijaukan kawasan ini demi menjaga kelestarian hutan,” tegasnya.

Menurut Eka, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Gunung Wayang dan Situ Cisanti merupakan hulu Sungai Citarum yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat luas.

“Ini adalah hulu Citarum, sungai strategis yang menyuplai air ke banyak kabupaten dan kota, bahkan menopang pembangkit listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Negara tidak boleh abai,” katanya.

FPHJ pun meminta pemerintah dan negara hadir secara penuh untuk melindungi ekosistem Gunung Wayang–Situ Cisanti agar tidak terjadi kerusakan lingkungan di masa depan.

“Kawasan ini harus dilindungi. Ekosistemnya sangat penting dan tidak tergantikan,” ucap Eka.

Meski demikian, FPHJ menyatakan mendukung langkah Gubernur Jawa Barat yang telah mengeluarkan Surat Edaran larangan alih fungsi lahan negara No 152/Disbun/2025 .

Eka menegaskan pembangunan ekonomi harus tetap berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Kami sepakat, ekonomi harus maju, tapi lingkungan harus tetap terjaga. Jangan sampai alam dikorbankan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris FPHJ Thio Setiowekti, pendiri FPHJ Dadang Hendaris, Iskandar Soelaeman, Firasat Adi, dan Suparman.

Kemudian hadir pula dari FPLH, perwakilan Paguyuban LMDH Jabar, warga sekitar, masyarakat adat, kuncen Mata Air Cisanti dan Kepala Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Atep Ahmad Syarif. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut