Ribuan Mahasiswa Indonesia Jawab Tantangan Atasi Sampah lewat Kompetisi Kemasan Berkelanjutan
Demi Generasi Mendatang
Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo mengatakan, Nestlé Indonesia menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition.
Kompetisi ini, kata Antonio, bagian dari komitmen global Nestlé untuk membantu melindungi, memperbaiki, dan memperbaharui sumber daya alam demi generasi mendatang.
“Nestlé Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama dan merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami," kata Antonio.
Menurut Antonio, hal yang paling menginspirasi saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan Nestlé Indonesia.
Mereka, ujarnya, menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga mendorong Nestlé Indonesia untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh.
Antonio menilai, kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan.
"Saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang kompetisi business case ini, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Setiap kontribusi yang diberikan menghadirkan wawasan berharga yang semakin memperkuat dan mempercepat perjalanan keberlanjutan kami demi generasi mendatang,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, tutur Antonio, lebih dari sekadar kompetisi, #GreenGeneration menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan asosiasi industri penghasil sampah kemasan.
Inisiatif ini sejalan dengan peta jalan pengurangan sampah plastik nasional yang menempatkan sektor manufaktur, layanan makanan dan minuman, dan ritel sebagai area prioritas.
"Mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products”, program ini mendorong generasi muda untuk menghadirkan solusi yang memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan jangka panjang," tutur Antonio.
Dia mengatakan, #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition diikuti lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik di seluruh Indonesia.
Mereka tergabung dalam 1.355 tim dan mengikuti proses seleksi yang menitikberatkan pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan nasional, dan potensi implementasi.
Setelah melalui tahapan itu, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa.
"Akhirnya, terpilih lima tim terbaik yang mempresentasikan solusi mereka secara langsung pada babak final," ucapnya.
Editor : Agus Warsudi