Pemakaman Cikadut Warnai Sejarah Kota Bandung Bakal Jadi Situs Cagar Budaya
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, memberikan warna tersendiri bagi perjalanan sejarah Kota Bandung.
Kawasan Cikadut telah berfungsi sebagai pemakaman sejak 1917. Dulu namanya Kuburan China Cikadut. Sejumlah tokoh penting Tionghoa dimakamkan di TPU Cikadut.
Pemakaman yang berada di ketinggian 830 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu, menyimpan makam-makam tokoh etnis Tionghoa yang telah berusia lebih dari 100 tahun.
Sebut saja, Kapiten Titulair Der Chineezeen Tan Joen Liong yang dimakamkan di TPU Cikadut. Untuk diketahui, Kapiten Titulair berarti kapten kehormatan.
Gelar tersebut diberikan kepada Tan Joeng Liong karena selama 25 tahun (1888-1917) mengabdi sebagai Opsir Bandung berpangkat letnan. Di sebelah makam Tan Joen Liong, terdapat makam istrinya Ong Kwi Nio yang meninggal pada 1909.
Kemudian, makam Yo Giok Sie, raja tekstil Bandung yang meninggal pada 23 Agustus 1963 lalu dimakamkan di TPU Cikadut. Yo Giok Sie merupakan pemilik pabrik tekstil terbesar pada masanya, yaitu, PT Badan Tekstil Nasional (BTN).
Keberadaan PT BTN yang didirikan Yo Giok Sie membuat Bandung dikenal sebagai kota tekstil nasional. Makam Yo Giok Sie dulu dikenal sebagai Bong Koneng atau Makam Kuning.
Kini, keberadaan TPU Cikadut, terutama lokasi makam etnis Tionghoa terancam oleh permukiman liar dan pengembang perumahan di sekitarnya. Pelan tapi pasti, jika tidak diperhatikan dan dilindungi, TPU Cikadut yang sarat jejak sejarah Kota Bandung, akan lenyap.
Karena itu, sejumlah warga Tionghoa mengusulkan TPU Cikadut ditetapkan sebagai cagar budaya. Mereka mambangun Monumen Cagar Budaya Cikadut. Monumen itu diresmikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Minggu (29/3/2026).
Editor : Abdul Basir