Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi, Prof Didi Doakan Palestina dan Iran Selamat dari Ujian
Bemanfaat Nyata
Ketua Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin menekankan perlunya pengurus Paguyuban Pasundan lebih dekat dengan pengurus daerah dan cabang.
"Konsep dari pusat harus diimplementasikan turun ke lapangan agar bermanfaat nyata," kata TB Hasanuddin.
Dia mengingatkan agar Paguyuban Pasundan tidak menjadi pimpinan yang menyesatkan. TB Hasanuddin mengajak organisasi untuk memperkuat jati diri Sunda melalui pendidikan, budaya, dan gotong royong.
Sementara itu, Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan mengapresiasi peran Paguyuban Pasundan sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar bagi masyarakat Sunda.
Bahkan, Paguyuban Pasundan yang usianya hampir seiring dengan Persib Bandung, menjadi simbol kebanggaan daerah.
Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan, menilai Paguyuban Pasundan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan, kemandirian, dan martabat masyarakat Sunda agar mampu bersaing di era modern.
"Nilai-nilai kearifan lokal seperti keseimbangan hidup, gotong royong, dan tata krama tetap menjadi landasan utama," kata Iwan Bule.
Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga jati diri budaya sekaligus bersikap adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.
"Momentum ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, ukhuwah, serta mewujudkan cita-cita luhur para pendiri Paguyuban Pasundan," ujarnya.
Sedangkan Dewan Pakar Paguyuban Pasundan Prof Brian Yuliarto mengucapkan maaf lahir batin memalui vidio streaming. Ia berharap Paguyuban terus berkontribusi memajukan bangsa dan negara.
Silaturahmi ditutup dengan tausiah oleh ustaz Dr Aam Amirudin MSi yang mengupas makna silaturahmi bakda Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, dan menjaga nilai-nilai keislaman, dan kebudayaan Sunda.
Editor : Abdul Basir