get app
inews
Aa Text
Read Next : Kokoh di Puncak Menuju Hattrick Juara, Hadirnya Iwan Bule di GBLA Suntikan Energi untuk Persib

Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi, Prof Didi Doakan Palestina dan Iran Selamat dari Ujian

Senin, 30 Maret 2026 | 14:05 WIB
header img
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof M Didi Tumudzi memberikan sambutan saat acara silaturahmi. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Keluarga Besar Paguyuban Pasundan menggelar silaturahmi bakda Idul Fitri di kantor Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera 41, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Acara dihadiri oleh lebih dari 1.000 anggota Pasguyuban Pasundan dari berbagai daerah. Pengurus Paguyuban Pasundan Dewan Pangaping, Pengurus Wilayah dan Cabang.

Pimpinan Lembaga pendidikan Pasundan, Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) dan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM), Rektorat dan Civitas Akademika Universitas Pasundan.

Ketua STIE Psundan dan civitas akademika STIE, Ketua STKIP Pasundan beserta civitas akademika STKIP, Serta Ketua STH Pasundan  dan civitas akademika STH, serta guru dan dosen di lingkungan sekolah dan kampus di Pasundan.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof M Didi Tumudzi menyampaikan penghormatan kepada Ketua Dewan Pangaping dan anggota. Antara lain, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin; Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Habib Syarief Muhammad Alaydrus; Mayjen TNI (Purn) Deni K Irawan; dan ustaz Dr Aam Amirudin MSi. 

Hadir pula perwakilan YPT Pasundan, pimpinan perguruan tinggi, YPDM, direktur Rumah Sakit Pasundan, GM KSPPS Pasundan, kepala sekolah, dosen, guru, dan tenaga kependidikan.

Prof Didi menegaskan pentingnya puasa Ramadhan sebagai bekal meningkatkan ketaatan, ilmu, dan karakter pejuang -pemberani dan pantang menyerah- yang berdampak pada semangat meraih kemuliaan umat.

"Puasa sejatinya menjadi bekal untuk melahirkan hamba Allah yang memiliki ilmu yang tinggi, membentuk karakter pejuang, pemberani, petarung dan pantang menyerah," kata Prof Didi. 

Ramadhan juga, ujar Prof Didi, semestinya memberikan efek luar biasa kepada seorang muslim dan umat Islam secara keseluruhan. 

"Yaitu, berupa kemauan untuk meraih kembali kemuliaan Islam dan Ummatnya," ujarnya.

Dia meminta anggota Paguyuban Pasundan tolong menolong, saling membantu, dan jangan terpengaruh oleh upaya adu domba antara Sunni dengan Syiah.

"Kita doakan semoga bangsa Palestina dan bangsa Persia (Iran) selamat dari ujian yang sangat berat ini," tutur Prof Didi.

Lebih lanjut dia meminta para pimpinan di lingkungan Paguyuban Pasundan jangan menjadi pimpinan yang menyesatkan, karena akan membahayakan kelangsungan dan eksistensi Paguyuban Pasundan. 

"Celup anak-anak, para mahasiswa dengan celupan ke-Islaman yang kuat dan budaya lokal," ucapnya.

Bemanfaat Nyata

Ketua Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin menekankan perlunya pengurus Paguyuban Pasundan lebih dekat dengan pengurus daerah dan cabang.

"Konsep dari pusat harus diimplementasikan turun ke lapangan agar bermanfaat nyata," kata TB Hasanuddin.

Dia mengingatkan agar Paguyuban Pasundan tidak menjadi pimpinan yang menyesatkan. TB Hasanuddin mengajak organisasi untuk memperkuat jati diri Sunda melalui pendidikan, budaya, dan gotong royong.

Sementara itu, Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan mengapresiasi peran Paguyuban Pasundan sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar bagi masyarakat Sunda. 

Bahkan, Paguyuban Pasundan yang usianya hampir seiring dengan Persib Bandung, menjadi  simbol kebanggaan daerah.

Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan, menilai Paguyuban Pasundan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan, kemandirian, dan martabat masyarakat Sunda agar mampu bersaing di era modern.

"Nilai-nilai kearifan lokal seperti keseimbangan hidup, gotong royong, dan tata krama tetap menjadi landasan utama," kata Iwan Bule.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga jati diri budaya sekaligus bersikap adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.

"Momentum ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, ukhuwah, serta mewujudkan cita-cita luhur para pendiri Paguyuban Pasundan," ujarnya.

Sedangkan Dewan Pakar Paguyuban Pasundan Prof Brian Yuliarto mengucapkan maaf lahir batin memalui vidio streaming. Ia berharap Paguyuban terus berkontribusi memajukan bangsa dan negara.

Silaturahmi ditutup dengan tausiah oleh ustaz Dr Aam Amirudin MSi yang mengupas makna silaturahmi bakda Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, dan menjaga nilai-nilai keislaman, dan kebudayaan Sunda.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut