Ace Hasan Syadzily Nyatakan Tak Maju di Musda XI Golkar Jabar, Ada Apa?
BANDUNG, iNewsBandungRaya.co.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di The Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (2/4/2026). Agenda ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi partai ke depan.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa Musda kali ini memiliki sejumlah agenda utama, salah satunya laporan pertanggungjawaban kepemimpinan selama lima tahun terakhir.
“Tentu ada agenda penting dalam pelaksanaan Musda kali ini. Pertama adalah laporan pertanggungjawaban kami sebagai Ketua DPD Partai Golkar yang telah memimpin selama lima tahun,” ujarnya.
Selain itu, Musda juga akan membahas program-program strategis Partai Golkar Jawa Barat serta memilih Ketua DPD baru untuk periode 2026–2029.
Dalam kesempatan tersebut, Ace menegaskan dirinya tidak akan maju kembali sebagai calon Ketua DPD. Keputusan itu diambil karena adanya penugasan dari partai di tingkat pusat.
“Saya menyatakan tidak akan maju kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar periode 2026–2029, karena ada penugasan dari partai untuk tetap berada di Jakarta sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar bidang elektoral,” katanya.
Ia juga menyebut adanya tanggung jawab negara yang harus dijalankan, termasuk fokus pada isu ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global, serta perannya sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Meski demikian, Ace memastikan dinamika yang terjadi dalam proses pergantian kepemimpinan merupakan hal wajar dalam partai yang matang dan berpengalaman.
“Kami ingin menegaskan bahwa Partai Golkar adalah partai yang dewasa. Dinamika adalah hal biasa, dan pemilihan ketua akan ditentukan melalui mekanisme Musda,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, yang hadir mewakili Ketua Umum, membuka Musda sekaligus menyampaikan arah kebijakan partai.
Ia menegaskan, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia tetap berada di garis depan dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Dukungan Partai Golkar terhadap kepemimpinan Prabowo–Gibran secara politik sudah selesai dan menjadi keputusan Munas,” ujar Idrus.
Ia menambahkan, Golkar juga menempatkan diri sebagai mitra kerja partai-partai lain dalam membangun Indonesia, bukan sebagai lawan politik.
“Kita memperlakukan partai lain sebagai mitra dan kawan dalam membangun bangsa. Tidak boleh ada sekat di antara kita,” katanya.
Secara konseptual, Golkar disebut berada di garda terdepan dalam merumuskan kebijakan strategis pemerintah, seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan koperasi.
Idrus juga menekankan pentingnya peran kader di daerah untuk menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai isu nasional.
Dalam arahannya, Idrus menyebut Jawa Barat sebagai wilayah strategis yang menjadi prioritas partai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ace Hasan Syadzily atas capaian Partai Golkar pada Pemilu 2024.
Ke depan, Musda XI ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kader dalam membesarkan partai.
“Musda ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum membangun komitmen bersama untuk membesarkan Partai Golkar dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa