Loncatan Kelas PKB Kabupaten Bandung: Dari Target 16 Kursi hingga Sinyal Dadang Supriatna ke Jabar 1
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peta kekuatan politik di lumbung suara Jawa Barat mulai memanas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung resmi menetapkan arah baru yang lebih ambisius lewat Musyawarah Cabang (Muscab) di Soreang, Rabu (8/4/2026). Tidak sekadar pergantian nakhoda, momen ini menjadi proklamasi strategi ganda: pengabdian akar rumput dan transformasi kualitas kader.
Hadir langsung memimpin konsolidasi, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, membawa dua instruksi khusus yang harus dijalankan tanpa tawar-menawar. Baginya, posisi Kabupaten Bandung sebagai basis utama PKB wajib dijaga dengan kerja-kerja nyata.
Jazilul menjelaskan bahwa mekanisme Muscab kali ini lebih menekankan pada pengukuhan melalui musyawarah mufakat.
“Pendekatan Muscab ini adalah musyawarah untuk mengukuhkan. DPC mengusulkan sejumlah nama, lalu DPP yang memutuskan siapa yang akan menjadi ketua,” tegas Jazilul.
Strategi pertama yang ditekankan adalah "Turun ke Rakyat". Kader diinstruksikan untuk tidak hanya muncul saat musim pemilu, melainkan hadir setiap hari lewat layanan ambulans gratis, posko kesehatan, hingga program makan gratis.
“Kita harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Program pelayanan harus diperkuat dan dirasakan langsung,” tambahnya.
Selanjutnya adalah visi "Naik Kelas". PKB ingin kadernya tak cuma jago berpolitik, tapi juga punya kapasitas memimpin di sektor profesional seperti pendidikan dan kesehatan.
Editor : Agung Bakti Sarasa