Lapas Banceuy Kembali Gagalkan Penyelundupan Modus Sembunyikan Sabu dalam Anus
Selain F, seorang ibu dari narapidana yang akan dikunjungi juga akan diperiksa. "Jadi yang membawa ini (F) adalah kerabat (napi yang hendak dikunjungi) didampingi oleh ibu kandungnya (napi)," tutur KPLP.
Di Banceuy, ujar Andhika, yang boleh berkunjung wajib keluarga inti. Tadi pelaku F datang bersama ibu kandung napi yang akan dijenguk. Sehingga F sebagai kerabat dekatnya.
Saat ini, ibu napi sedang diperiksa bersama pelaku F. "Dikhawatirkan ibunya mengetahui (upaya penyelundupan sabu)," ujar Andhika.
Warga binaan yang hendak dikunjungi F merupakan terpidana kasus narkoba. Selain turut diperiksa, napi tersebut juga akan mendapatkan sanksi dari pihak berwajib.
"(Napi) kasus narkotika, hukuman tujuh tahun, sisa pidananya kurang lebih lima tahun lagi. Pastinya kami akan laporkan ke pihak berwajib dan saat ini sedang diperiksa BNN Jawa Barat," tutur KPLP.
Andhika mengatakan, upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Banceuy dengan modus disembunyikan dalam dubur telah terjadi beberapa kali dan berhasil digagalkan.
Karena itu, Lapas Banceuy memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan para pengunjung.
"Para pelaku merasa aman menyembunyikan narkoban di organ tubuh bagian dalam ini. Tetapi tidak ada kejahatan yang sempurna," tegas Andhika.
Pengunjung, tutur KPLP Banceuy, wajib melewati X-ray sehingga pemeriksaan dobel. Setelah X-ray, petugas melakukan pemeriksaan badan.
"Yang perempuan digeledah perempuan, yang laki-laki digeledah laki-laki," tegas KPLP.
Editor : Abdul Basir