Industri Tekstil Bandung Berpeluang Kuasai Pasar Global, Wamenperin Optimistis Tembus Eropa
Manufaktur Tulang Punggung Ekonomi
Faisol menjelaskan, gejolak yang banyak terjadi saat ini lebih banyak terlihat pada sektor pasar modal dan keuangan yang rentan terhadap sentimen dan spekulasi.
Sementara itu, sektor industri manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional justru tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Aktivitas pabrik yang terus berproduksi, ujar Faisol, menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur positif.
Dalam dialog bersama manajemen perusahaan, Wamenperin mendapatkan gambaran mengenai kualitas produk tekstil PT Gajah Angkasa Perkasa.
Perusahaan yang berdiri di atas lahan seluas 17 hektare tersebut memproduksi berbagai jenis kain dan pakaian jadi dengan standard tinggi yang telah digunakan oleh institusi strategis negara.
Selain memproduksi seragam TNI dan Polri, perusahaan ini juga melayani kebutuhan seragam kementerian dan berbagai produk tekstil khusus untuk pasar ekspor.
Wamenperin menilai kualitas produk tekstil Indonesia tidak kalah dibandingkan negara-negara produsen tekstil dunia.
Industri tekstil nasional telah mampu memenuhi standard kualitas internasional dengan harga yang lebih kompetitif.
"Kualitas bagus, standard terpenuhi, dan dari sisi harga juga mampu bersaing. Karena itu tidak tepat jika ada yang mengatakan industri tekstil Indonesia kalah saing," tutur Wamenperin.
Faisol melihat perubahan geopolitik dunia justru membuka peluang baru bagi industri tekstil Indonesia.
Gangguan rantai pasok global yang terjadi di berbagai negara menjadi momentum bagi produsen tekstil dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor.
Salah satu peluang besar yang disoroti Faisol adalah akses pasar Eropa yang semakin terbuka bagi produk Indonesia.
Berbagai perjanjian perdagangan internasional memberikan keuntungan berupa tarif bea masuk sangat kompetitif hingga nol persen untuk sejumlah produk tekstil Indonesia.
Peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh industri tekstil Bandung Jawa Barat maupun pelaku usaha tekstil nasional lainnya.
"Kondisi global yang berubah harus dibaca sebagai peluang. Kita punya kesempatan masuk lebih kuat ke pasar internasional," ucap Faisol.
Editor : Abdul Basir