get app
inews
Aa Text
Read Next : KPK Didesak Buka Peta Besar Kasus Suap Bea Cukai: dari Klaster Blue Ray hingga Makelar Kasus

Terungkap di Sidang, Dugaan Suap Impor Disebut Mengalir ke Sejumlah Institusi

Senin, 22 Juni 2026 | 14:04 WIB
header img
Ilustrasi Suap. (Foto:Istimewa)

"Mengapa perlu menunggu berbulan-bulan untuk mulai bergerak lebih agresif?" ujar Gautama dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Ia menilai keterlambatan penelusuran berpotensi membuka ruang bagi perubahan jejak digital maupun koordinasi antar pihak yang berkepentingan. Faktor waktu dalam perkara jaringan menjadi aspek yang sangat menentukan.

"Publik tidak akan marah jika KPK berkata jujur, 'bukti sementara baru cukup untuk Blue Ray'. Yang membuat publik marah adalah ketika nama-nama disebut, diperiksa, digeledah, lalu menggantung tanpa kepastian," tegas Gautama.

Tiga Pertanyaan yang Belum Terjawab

Dari sudut pandang kontra intelijen, Gautama menilai masih ada tiga pertanyaan mendasar yang perlu dijawab. Pertama, siapa yang memiliki kemampuan memengaruhi penetapan risiko, jalur merah, jalur hijau, penelitian dokumen, proses lartas, dan penerbitan persetujuan.

Kedua, siapa yang memperoleh keuntungan ekonomi terbesar ketika hambatan birokrasi dapat disingkirkan secara tidak sah. Ketiga, apakah seluruh institusi yang memiliki peran dalam rantai impor sudah dipetakan dan diuji secara proporsional.

Sistem Impor Bukan Milik Satu Institusi

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut