get app
inews
Aa Text
Read Next : Pencarian Korban Longsor Kerap Terkendala Hujan, Modifikasi Cuaca Dilakukan

9.290 Warga Masih Mengungsi Usai Gempa NTT M 7,7, Kebutuhan Darurat Mulai Menipis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:06 WIB
header img
Salah satu bangunan rusak dampak gempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (Foto: Istimewa).

Kemudian, Kabupaten Manggarai menampung 2.078 pengungsi, sedangkan Kabupaten Nagekeo tercatat memiliki sekitar 500 warga yang mengungsi akibat gempa.

Pergerakan warga terdampak juga meluas ke wilayah di luar Nusa Tenggara Timur. Sejumlah warga memilih mengungsi ke Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Dengan memperhitungkan seluruh sebaran tersebut, jumlah warga yang masih mengungsi secara akumulatif mencapai 9.290 jiwa.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Gempa

BNPB menyatakan penanganan pada masa tanggap darurat saat ini difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak serta distribusi kebutuhan logistik bagi para penyintas gempa.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung warga yang berada di lokasi pengungsian.

Kebutuhan tersebut antara lain puluhan unit tenda pengungsian darurat serta pasokan bahan pangan berupa 30 ton beras.

Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, para pengungsi juga membutuhkan perlengkapan medis serta obat-obatan.

BNPB juga mencatat kebutuhan perlengkapan tidur yang cukup besar, meliputi 1.000 unit velbed, 1.000 lembar tikar, dan 1.000 selimut.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting lainnya di tengah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan berupa akses air bersih, tandon penampungan, serta genset untuk mendukung penerangan darurat juga dibutuhkan di sejumlah lokasi pengungsian.

Pemenuhan berbagai kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa NTT, terutama untuk memastikan warga terdampak dapat bertahan dengan aman selama masa tanggap darurat.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut