Update Terbaru Gempa Flores: 55 Orang Meninggal, Basarnas Ungkap Kondisi Terkini
Aktivitas Sesar Utara Flores Diduga Jadi Pemicu
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores.
Menurut Arief, kawasan tersebut memang memiliki jalur sesar aktif yang pernah menghasilkan gempa besar sebelumnya.
Ia mengaitkan aktivitas tersebut dengan kejadian gempa pada 1992.
"Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa wilayah Flores dan sekitarnya memiliki potensi aktivitas kegempaan yang perlu diwaspadai.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengacu pada informasi resmi BMKG dan petugas di lapangan, terutama berkaitan dengan perkembangan gempa susulan dan kondisi bangunan pascabencana.
Korban Gempa Masih Bisa Bertambah
Dengan operasi pencarian dan pendataan yang masih berjalan, angka korban gempa Flores berpotensi mengalami perubahan.
Basarnas terus melakukan pemutakhiran data berdasarkan laporan dari wilayah terdampak. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi korban yang belum terverifikasi.
Hingga Senin sore, 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Flores.
Di tengah duka tersebut, proses pencarian dan pertolongan masih menjadi prioritas. Warga yang berada di wilayah terdampak juga diminta tetap tenang, waspada terhadap bangunan rusak, serta mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan susulan.
Editor : Rizal Fadillah