Ditinggal Tulang Punggung Keluarga, Ahli Waris Petugas Linmas Terima Santunan Program PEKA
CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Setiap tahun ratusan ribu keluarga kehilangan sosok pekerja yang jadi tulang punggungnya karena kecelakaan kerja atau karena sakit. Oleh karena itu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sangat pending.
Tak hanya berupa manfaat rupiah semata, namun juga pendampingan bagi keluarga pekerja agar kembali berdaya, memiliki keterampilan, dan membangun sumber penghidupan baru.
Semangat inilah yang diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan RI untuk terus maju dan berdaya.
Di Kota Cimahi, pelaksanaan PEKA mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Cimahi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, serta membangun kemandirian ekonomi.
Kegiatan PEKA ini berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan dihadiri oleh 50 penerima manfaat yang terdiri atas ahli waris, penerima Jaminan Hari Tua (JHT) dan penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM).
"Saya memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menginisiasi kegiatan pemberdayaan bagi para penerima manfaat di Kota Cimahi," ucapnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi dan kemandirian penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Bank BSI diharapkan dapat membantu para tenaga kerja penerima manfaat agar masa depannya menjadi lebih baik lagi.
Dalam kegiatan ini, pihaknya juga menyerahkan simbolis santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada petugas Linmas yang mendapatkan santunan kematian dan beasiswa sebesar Rp147 juta.
"Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Boby Foriawan mengatakan, program PEKA merupakan bentuk kepedulian dan pendampingan kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan agar tidak hanya memperoleh perlindungan sosial, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi dan memberantas kemiskinan.
“Semoga melalui kolaborasi ini para tenaga kerja yang telah menerima manfaat dari Program BPJS Ketenagakerjaan dapat membuka usaha dan menciptakan peluang usaha serta lebih berkembang lagi," ucap Boby.
Program PEKA diharapkan menjadi jembatan bagi penerima manfaat untuk bertransformasi dari penerima perlindungan sosial menjadi masyarakat yang produktif, berdaya, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
Adapun Soft Launching Nasional PEKA dipusatkan di Kota Bandung, dan diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, serta diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Program ini menunjukkan bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian manfaat atau santunan, tetapi berlanjut dengan pendampingan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” tuturnya.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA berangkat dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima pekerja maupun ahli waris.
BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut tidak hanya memberikan ketahanan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.
“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima dikhawatirkan hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” tandasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana