get app
inews
Aa Text
Read Next : Jangan Hanya Kejar Target Produksi, PISPI Dorong Anak Muda Masuk Sektor Pertanian

Manfaatkan Pekarang Rumah bagi Ketahanan Pangan, PISPI Bagikan 100 Ribu Batang Cabai

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:56 WIB
header img
Ketua Umum PISPI Prof. Achmad Tjachja Nugraha (kanan) menyerahkan simbolis 100 ribu batang cabai sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Perhimpunan Insinyur Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) dorong ketahanan pangan melalui gerakan tanam cabai.

Sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan ekonomi petani.

Dukungan itu diwujudkan dengan menyerahkan 100 ribu batang cabai kepada Pemerintah Propinsi Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Polda Riau, Lanud RSN, serta pihak lainnya.

“Gerakan Tanam cabai 100 ribu batang harus kita lihat bukan sekadar sebagai kegiatan menanam, tetapi sebagai gerakan ekonomi sekaligus gerakan ketahanan pangan. Gerakan ini harus menjadi awal dari sistem produksi cabai yang terencana, terukur dan berkelanjutan di Riau,” kata Ketua Umum PISPI, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Minggu (23/8/2026).

Ia menilai, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan penanaman cabai, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan ekonomi dan pembangunan ketahanan pangan berbasis kebutuhan lokal atau daerah.

Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat Riau. Karena itu, peningkatan produksi cabai di daerah perlu dilakukan dengan pendekatan yang terencana, mulai dari penyediaan benih berkualitas hingga pemasaran hasil produksi.

Guru Besar Prodi Agribisnis Fakuktas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan agar gerakan tersebut menjadi gerakan nasional.

Serta menjadi momentum memperkuat produksi pangan sekaligus membangun kemandirian pangan Riau dengan semangat “Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan.”

“Mari kita manfaatkan sekecil apapun pekarangan rumah untuk menanam tanaman yabg dibutuhkan sehari hari seperti cabai, bawang daun, selada dan lainnya” sebutnya.

Ia juga menilai keberlanjutan program harus didukung dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya cabai. Terkait ilmu pengetahuan, maka keterlibatan generasi muda, pelajar, komunitas, dan perguruan tinggi adalah penting.

Terlebih jika dihubungkan dengan dunia usaha dan masyarakat untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih terintegrasi, modern dan produktif.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. Sebab ketahanan pangan tidak mungkin dibangun oleh satu pihak. Pemerintah, petani, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat harus berkolaborasi.

"Mari para alumni insinyur pertanian dan sarjana pertanian untuk mengimplementasikan ilmu pertanian dengan mengajak masyarakat menanam tanaman mudah yang biasa dikonsumsi masyarakat," tegasnya.

Direktur BUMD Pangan Provinsi Riau sekaligus Ketua BPW PISPI Provinsi Riau, Ade Putra Daulay menyambut positif Gerakan Tanam Cabai 100 Ribu Batang yang digagas PISPI.

Ade menilai program tersebut dapat memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi cabai di Riau sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain.

“Gerakan Tanam Cabai 100 Ribu Batang merupakan langkah nyata untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi cabai di Provinsi Riau. Kita ingin Riau semakin mampu memenuhi kebutuhan cabainya sendiri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain,” ujar Ade.

Ia mengatakan program tersebut akan semakin memberikan manfaat apabila dilakukan secara berkelanjutan dan masif. Dukungan bibit dapat membantu petani mengurangi biaya produksi sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan pendapatan petani.

“Bukan hanya menambah produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui dukungan bibit, pendampingan budidaya, efisiensi biaya produksi, serta akses pasar,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut