get app
inews
Aa Text
Read Next : Teror Curanmor di Sumedang Dibongkar Polisi: 7 Pelaku Diringkus, Senpi hingga Kunci Palsu Disita

Operasi Libas Lodaya 2026 Polrestabes Bandung Ringkus 20 Pelaku Kejahatan C3

Selasa, 01 September 2026 | 13:28 WIB
header img
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi didampingi Kasatreskrim AKBP Anton dan Kabag Ops AKBP Asep Saepudin menunjukkan barang bukti hasil Operasi Libas Lodaya 2026. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Personel Operasi Libas Lodaya 2026 meringkus 20 pelaku dari 19 kasus kejahatan jalanan di Kota Bandung. Para tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Operasi Libas Lodaya 2026 yang bertujuan untuk menjaga dan merawat kondusivitas Kota Bandung itu berlangsung selama 10 hari, mulai 18 Agustus hingga 27 Agustus 2026. 
 
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan, operasi ini melibatkan seluruh personel baik polres maupun polsek jajaran. 

"Fokus Operasi Libas Lodaya menyasar tiga kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat. Yakni, curat, curas, dan curanmor," kata Wakapolrestabes Bandung di mapolrestabes, Selasa (1/9/2026).

AKBP Dedi menyatakan, Operasi Libas Lodaya 2026 merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan. Sekaligus memberikan rasa aman bagi warga Kota Bandung.

"Dari pelaksanaan operasi ini, kami berhasil mengungkap 19 kasus dengan 20 orang tersangka," ujar AKBP Dedi yang didampingi Kasatreskrim AKBP Anton dan Kabagop AKBP Asep Saepudin.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menjelaskan, Operasi Libas Lodaya 2026 melibatkan 101 personel gabungan. 

Unsur personel tersebut terdiri atas Satreskrim, Satbinmas, Satresnarkoba, hingga personel polsek.

"Keberhasilan pengungkapan puluhan kasus ini tidak lepas dari sinergi kewilayahan dalam program Jaga Rawat Jawa Barat (Jawara). Serta partisipasi masyarakat melalui layanan pengaduan kepolisian 110," kata Kabagop.

AKBP Asep menyatakan, pemanfaatan layanan Call Center Polri 110 sangat efektif dalam memangkas waktu respons petugas di lapangan untuk menindaklanjuti laporan kejahatan saat peristiwa terjadi.

"Alhamdulillah kita cukup efektif dengan Call Center 110. Masyarakat aktif dalam Operasi Libas ini melaporkan sehingga penanganan lebih cepat," ujar AKBP Asep.

Sementara itu, Kasatreskrim AKBP Anton mengatakan, 20 pelaku yang diamankan menggunakan beragam modus operandi saat beraksi. 

Modus para pelaku, antara lain, menjambret atau merampas di jalan raya. Kemudian, menodong dengan sajam dan melakukan penganiayaan fisik kepada korban yang melakukan perlawanan.

"Selain itu, ada juga yang menggunakan modus kejahatan mencekoki korban minuman yang dicampur zat tertentu hingga korban tidak sadarkan diri," kata Kasatreskrim. 

AKBP Anton menyatakan, modus lain, pelaku merusak kunci kontak kendaraan saat korban lengah dan membobol pintu rumah menggunakan alat.

Dari tangan para tersangka, ujar AKBP Anton, aparat kepolisian menyita puluhan barang bukti hasil kejahatan. 

Di antaranya 12 unit kendaraan bermotor roda dua, dua unit komputer jinjing (laptop), dua unit televisi, delapan unit telepon seluler pintar (handphone), dua tas, satu helm, dan sejumlah senjata tajam celurit dan samurai.

Akibat perbuatannya, para tersangka mendekam di Rutan Mapolrestabes Bandung guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Mereka melanggar Pasal 477 KUHP dan Pasal 479 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan. Para pelaku terancam hukuman bervariasi, 7 tahun, 8 tahun, hingga 12 tahun penjara.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut