Dari Energi hingga Kesehatan: 30 Kebijakan Prabowo untuk Kesejahteraan Publik
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, roda pemerintahan berjalan dengan pendekatan yang lebih tenang namun berdampak nyata bagi denyut nadi kehidupan masyarakat. Berdasarkan data per 11 September 2026, terangkum 30 langkah strategis lewat narasi "Prabowo’s Quiet Transformation: 30 Kebijakan Presiden Untuk Kelas Menengah Indonesia". Mengutip dari laman Sekretariat Presiden, paket kebijakan ini difokuskan guna meredam gejolak ekonomi global, memperkokoh jaring pengaman sosial, serta memberi keleluasaan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
Menjaga Daya Beli Lewat Pengendalian Energi dan Pajak
Menghadapi ketegangan geopolitik yang mendongkrak harga minyak mentah dunia, kabinet mengambil langkah pengaman agar beban hidup publik tidak melonjak drastis. Pemerintah memutuskan agar banderol Pertalite serta Solar bersubsidi tidak berubah, sebab selisih biaya produksinya ditanggung langsung oleh APBN. Langkah serupa diterapkan pada LPG tabung 3 kilogram. Walaupun energi global melambung, harga gas melon tersebut aman dari kenaikan, sehingga dapur rumah tangga dan warung-warung kecil bisa terus mengepul tanpa cemas.
Di ranah fiskal, penyesuaian PPN dirumuskan secara proporsional. Amanat undang-undang yang menaikkan tarif PPN menjadi 12% tidak digulirkan secara pukul rata. Melalui Peraturan Pemerintah, tarif 12% tersebut dikhususkan secara eksklusif bagi barang-barang mewah, sementara aneka barang serta jasa kebutuhan sehari-hari rakyat banyak tetap dikenai tarif efektif di angka 11%.
Terobosan Preventif Kesehatan dan Kemandirian Pangan
Wajah layanan kesehatan publik turut bergeser ke arah preventif yang inklusif. Tiap warga kini mengantongi hak atas fasilitas Cek Kesehatan Gratis setiap tahun, mencakup pemeriksaan tensi, kadar gula, mata, gigi, kondisi kejiwaan, hingga deteksi dini potensi penyakit jantung dan stroke lewat platform Satu Sehat. Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan merata tanpa memandang status ekonomi orang tua siswa, memangkas anggaran makan harian keluarga selama hari sekolah. Komitmen memperkuat infrastruktur kesehatan juga diwujudkan lewat pembangunan ratusan RSUD baru di berbagai kabupaten serta peremajaan 10.000 Puskesmas.
Pada sektor pangan, catatan penting ditorehkan saat Indonesia sukses mencapai swasembada untuk delapan komoditas utama sekaligus. Ketersediaan beras, jagung, gula, daging ayam, telur, hingga aneka bumbu dapur seperti bawang dan cabai berada di tingkat aman, yang sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
Akselerasi Mutu Pendidikan dan Proteksi Konsumen
Perbaikan infrastruktur belajar digenjot dengan target seluruh sekolah rusak tuntas direnovasi paling lambat 2029. Kesetaraan akses teknologi juga dikejar lewat distribusi panel pembelajaran interaktif ke sekolah-sekolah negeri. Di tingkat pendidikan khusus, SMA Taruna Nusantara kini menggratiskan seluruh siswanya yang lolos seleksi melalui skema beasiswa penuh. Kesejahteraan tenaga pendidik turut dikerek, mulai dari penyaluran tunjangan profesi guru langsung ke rekening pribadi, kenaikan insentif guru non-ASN hingga Rp2 juta per bulan, hingga pencairan tunjangan kinerja puluhan ribu dosen ASN yang sempat tertunda.
Editor: Agung Bakti Sarasa